Purbalingga – Departemen Matematika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Purbalingga yang dikemas dalam bentuk seminar dan pelatihan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru MGMP Matematika SMA/MA Kabupaten Purbalingga melalui Pelatihan Aplikasi Matematika dalam Pengolahan Data Pembelajaran.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 1 September 2025 di SMA Negeri 1 Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, dan diikuti oleh para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA/MA se-Purbalingga. Program ini merupakan bagian dari upaya Departemen Matematika UGM untuk memperkuat kapasitas pendidik di daerah dalam memanfaatkan teknologi dan aplikasi matematika guna menunjang proses pembelajaran di kelas.
Dalam penyelenggaraannya, kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan sekolah dan tim Departemen Matematika UGM. Pada sesi pembukaan disampaikan pengantar mengenai pentingnya peningkatan literasi digital dan penguasaan aplikasi pengolahan data bagi guru matematika di era kurikulum yang menekankan asesmen berkelanjutan. Meskipun beberapa hari sebelum pelaksanaan situasi nasional sempat diwarnai dinamika demonstrasi di berbagai daerah, melalui koordinasi yang baik antara tim pengabdian UGM dan pengurus MGMP setempat, program tetap dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Antusiasme peserta tampak dari kehadiran mereka sejak awal hingga akhir acara, serta keaktifan dalam sesi tanya jawab maupun praktik langsung.
Isi utama kegiatan dirancang dalam dua bentuk, yaitu paparan materi dan pelatihan praktik. Tema besar workshop berfokus pada pemanfaatan Microsoft Excel untuk pengolahan data pembelajaran dan pengenalan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai dukungan inovasi dalam pengajaran matematika. Pada sesi Microsoft Excel, para guru berlatih mengelola data nilai siswa secara lebih sistematis, mulai dari menginput nilai ulangan, tugas, ujian, hingga remedial, mengolahnya dengan rumus-rumus dasar dan fungsi logika, memanfaatkan fitur pengurutan dan filter, serta menyusun rekap nilai per kelas dan per mata pelajaran secara otomatis. Melalui pendampingan langsung, fitur-fitur yang sebelumnya dirasa rumit menjadi lebih mudah dipahami karena dijelaskan dengan contoh kasus nyata yang biasa ditemui guru, seperti perhitungan nilai akhir, penentuan ketuntasan belajar, dan penyusunan laporan nilai.
Sesi berikutnya berfokus pada pengenalan pemanfaatan AI dalam pembelajaran matematika. Tim pengabdian menjelaskan konsep dasar AI dan menunjukkan bagaimana teknologi ini dapat digunakan sebagai alat bantu guru, misalnya untuk menghasilkan variasi soal latihan dengan tingkat kesulitan beragam, menyusun ide aktivitas pembelajaran yang lebih interaktif, serta membantu menganalisis pola kesalahan siswa sehingga guru dapat merancang program remedial yang lebih tepat sasaran. Dalam diskusi ditekankan bahwa AI bukanlah pengganti peran guru, melainkan mitra yang dapat membantu mempersingkat pekerjaan rutin dan membuka ruang bagi guru untuk lebih fokus pada pendampingan dan pembinaan karakter siswa.
Melalui program ini, beberapa persoalan praktis yang dihadapi guru di lapangan berusaha dijawab. Selama ini, banyak guru masih mengolah nilai secara manual, yang tidak hanya menyita waktu tetapi juga berisiko menimbulkan kesalahan perhitungan. Melalui pelatihan Excel, para guru diperkenalkan pada template dan format kerja yang dapat mengotomatisasi sebagian besar proses tersebut sehingga lebih efisien dan akurat. Di saat yang sama, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data pembelajaran di sejumlah sekolah masih terbatas pada fungsi dasar, sehingga pelatihan ini menjadi momentum untuk memperluas pemahaman dan keterampilan digital para guru. Keterbatasan informasi dan contoh nyata penggunaan AI dalam konteks pembelajaran matematika juga menjadi isu yang diangkat dan dijawab melalui sesi pengenalan AI dengan contoh-contoh aplikatif yang dekat dengan kebutuhan guru di kelas.
Dari sisi kelembagaan, program ini juga berperan sebagai sarana penguatan jejaring dan kolaborasi antara Departemen Matematika FMIPA UGM dan MGMP Matematika SMA/MA Kabupaten Purbalingga. Melalui pertemuan ini, muncul berbagai gagasan tindak lanjut, mulai dari pendampingan penggunaan template Excel di sekolah masing-masing, sampai rencana inisiatif bersama untuk mengembangkan materi pembelajaran matematika yang memanfaatkan teknologi digital dan AI secara lebih terstruktur. Para peserta meninggalkan kegiatan dengan membawa file template pengolahan nilai, materi pengantar pemanfaatan AI, serta pengalaman belajar bersama yang diharapkan dapat segera diimplementasikan di ruang kelas.
Dengan terselenggaranya program pengabdian kepada masyarakat di Purbalingga ini, Departemen Matematika FMIPA UGM berharap kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah dapat semakin dirasakan, terutama dalam hal peningkatan kapasitas guru sebagai garda terdepan pendidikan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dikembangkan dan diperluas ke kabupaten/kota lain, sehingga dampak positif penguatan kompetensi digital dan pedagogis guru matematika dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan di Indonesia.

Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Purbalingga, MGMP Matematika, Microsoft Excel, Artificial Intelligence, Literasi Digital Guru
Penulis: Daffa Elgo Santosa
Foto: I Made Telaga Dwiraditya

