Departemen Matematika UGM, Universitas Alma Ata, dan RMI PBNU Berkolaborasi Atasi Kesenjangan Numerasi Santri melalui Sarasehan “Inclusive Mathematics”

YOGYAKARTA, 15 November 2025 — Departemen Matematika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Sarasehan Guru Matematika Pesantren bertema “Inclusive Mathematics” pada 15 November 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Departemen Matematika UGM, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta, dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi keragaman kemampuan matematika siswa serta meningkatkan literasi numerasi di lingkungan pondok pesantren.

Sarasehan ini berangkat dari temuan Focus Group Discussion (FGD) tahun 2024 yang menunjukkan adanya tantangan signifikan di lingkungan pesantren, mulai dari kesenjangan kemampuan matematika siswa yang sangat lebar, rendahnya penguasaan operasi hitung dasar, hingga menurunnya minat belajar matematika.

Bertempat di Ruang Sidang 1 Departemen Matematika FMIPA UGM, acara ini dihadiri guru matematika dari 16 madrasah dan sekolah tingkat SLTA di wilayah pesantren Yogyakarta.

Ketua Pengurus Wilayah RMI D.I. Yogyakarta, KH. Muhammad Nilzam Yahya, M.Ag., turut memberikan sambutan. Beliau menekankan modal spiritual santri—seperti riyadhoh dan tirakat—yang membentuk ketangguhan dan kesabaran dalam belajar. Beliau juga berharap program penguatan kapasitas ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar memberikan dampak optimal bagi guru dan santri.

Pada sesi pemaparan materi, para guru dibekali tiga materi kunci untuk mendukung pembelajaran inklusif. Materi pertama, “Cerdas Memulai Pembelajaran dengan Penilaian Diagnostik” oleh Dr. Martalia Ardiyaningrum, S.Si., M.Pd., berfokus pada pentingnya asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan awal siswa. Hasil pemetaan ini digunakan untuk merancang diferensiasi pembelajaran, baik dari segi materi, proses, maupun produk. Dalam diskusi, menanggapi pertanyaan dari Ibu Umi (MA Nurul Ummah) tentang program penguatan numerasi yang belum optimal, Dr. Martalia menekankan pentingnya identifikasi kelemahan konsep secara spesifik untuk diberikan penguatan yang terfokus.

Materi kedua, “Dari Papan Tulis ke Layar: Transformasi Pembelajaran dengan GeoGebra”, disampaikan oleh Ivan Luthfi Ihwani, S.Si., M.Sc., Ph.D. Sesi ini mendemonstrasikan GeoGebra sebagai perangkat lunak gratis untuk visualisasi konsep matematika (seperti 2D, 3D, dan kalkulus) secara lebih presisi dan dinamis. Fitur “GeoGebra Classroom” ditonjolkan sebagai solusi pembelajaran interaktif. Ivan Luthfi juga menegaskan bahwa platform ini memiliki sumber daya yang dapat digunakan untuk semua jenjang, termasuk untuk memvisualisasikan konsep abstrak seperti “limit”.

Sesi materi ditutup dengan “Motivasi Belajar Matematika Melalui Aplikasi di Bidang Keuangan” oleh Prof. Dr. Gunardi, M.Si. Materi ini berfokus pada strategi meningkatkan motivasi belajar santri dengan menunjukkan relevansi matematika dalam kehidupan sehari-hari. Prof. Gunardi memberikan contoh bagaimana konsep seperti bunga pinjaman, investasi, dan skema keuangan dapat dijadikan studi kasus kontekstual di kelas. Diskusi di sesi ini berpusat pada tantangan guru dalam mengintegrasikan materi aplikatif tersebut ke dalam kurikulum yang padat dan cara menyajikannya kepada siswa dengan kemampuan dasar yang beragam.

Sesi diskusi dan pleno berlangsung interaktif, dipandu oleh Dr. Danang T. Qoyyimi dan Prof. Dr. Gunardi, untuk memetakan tantangan bersama. Para guru secara terbuka menyampaikan masalah utama yang seragam di lapangan, yaitu kesenjangan (gap) kemampuan dasar numerasi santri yang sangat lebar, motivasi belajar siswa yang rendah akibat distraksi, dan beban kerja guru yang tinggi. Menanggapi hal ini, diskusi mengerucut pada sebuah usulan penting dari peserta, yaitu pembentukan working group antarguru madrasah. Usulan ini disambut baik oleh UGM sebagai fasilitator, dengan komitmen untuk menindaklanjuti lewat kerja sama formal dan workshop pengembangan bahan ajar bersama.

Ketua pelaksana, Dr. Danang Teguh Qoyyimi, Ph.D., memimpin sesi penyusunan rencana tindak lanjut. Beliau menegaskan bahwa sarasehan ini merupakan langkah awal dari program jangka panjang “Pemberdayaan Santri dalam STEM”. Rencana kolaborasi berikutnya—termasuk workshop lanjutan dan pendampingan berkelanjutan—akan dirancang berdasarkan tantangan nyata yang telah dipetakan bersama para guru.

Kata Kunci: Inclusive Mathematics, Literasi Numerasi Santri, Kolaborasi UGM–UAA–RMI PBNU

Author: Faragus Ali Hasan

Foto: Fairuz Al Faruq Nur Muhammad