Dominasi Total: Tim UGM Borong 4 Emas di Ajang Perdana KOALA 2025

 


Yogyakarta – Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Delegasi UGM berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kompetisi Aljabar Mahasiswa (KOALA) 2025, sebuah kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh Komunitas Peminat Aljabar (KPA).

Dalam kompetisi perdana ini, tim UGM menunjukkan dominasi yang luar biasa dengan menyapu bersih sebagian besar penghargaan tertinggi, membawa pulang 4 medali emas dan 1 medali perak.

KOALA 2025 menarik antusiasme tinggi dengan total partisipasi mencapai 103 mahasiswa yang berasal dari 24 universitas di seluruh Indonesia. UGM sendiri mengirimkan 13 delegasi terbaiknya untuk mengikuti tahap awal kompetisi ini.

Rangkaian lomba dimulai dengan babak penyisihan yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 1 Oktober 2025. Pada tahap ini, para peserta diuji melalui 20 soal isian singkat dan 4 soal uraian di bawah pengawasan ketat melalui Zoom meeting. Tingkat kesulitan soal yang cukup tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.

Dari ratusan peserta, seleksi mengerucut menjadi 25 finalis. Sistem kualifikasi didasarkan pada perwakilan 3 orang terbaik per wilayah kerja KPA, ditambah dengan peserta peraih nilai teratas yang memenuhi kuota nasional (wildcard). Berkat performa yang solid, UGM berhasil menempatkan 5 wakilnya untuk melaju ke babak final.

Babak final digelar secara luring pada tanggal 23 Oktober 2025 bertempat di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pada babak penentuan ini, kelima finalis dari UGM—Aditya Yoga Sadana, Muhammad Hanif, Muhammad Aulia Akbar, Fajar Arif Shodiqin, dan Stephen Sanjaya—harus menaklukkan 4 soal uraian dengan bobot kesulitan tingkat lanjut.

Bersamaan dengan babak final, diselenggarakan pula Indonesian Algebra Socciety Seminar yang menjadi wadah diskusi ilmiah bagi para akademisi dan mahasiswa. Acara ini turut dihadiri oleh delegasi UGM lainnya sebagai peserta seminar, yakni Felicia Servina Djuang, Iqbal Adisna Atmaja, dan Dy Outdom.

Suasana akademik semakin kental dengan kehadiran keynote speaker, salah satunya adalah Prof. Dr.rer.nat. Yeni Susanti, S.Si., M.Si., yang memaparkan materi terkait Teori Graf.

Pengumuman pemenang dilaksanakan pada sesi sarasehan Komunitas Peminat Aljabar sehari setelah pelaksanaan babak final. Momen ini menjadi puncak kebanggaan bagi kontingen UGM. Dari total 5 medali emas yang diperebutkan dalam kompetisi ini, 4 di antaranya berhasil diamankan oleh mahasiswa UGM.

Berikut adalah rincian perolehan medali delegasi UGM:

  • Emas: Muhammad Hanif, Stephen Sanjaya, Fajar Arif Shodiqin, dan Aditya Yoga Sadana
  • Perak: Muhammad Aulia Akbar

Raihan ini menegaskan kualitas mahasiswa UGM di bidang aljabar, mengingat hanya ada 5 kuota medali emas yang tersedia. Prestasi luar biasa ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, namun juga menjadi dorongan semangat untuk terus mendalami ilmu matematika, khususnya bidang aljabar. Semoga capaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani berkompetisi, mengasah diri, dan terus berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

Penulis: Aditya Yoga Sadana
Foto: Aditya Yoga Sadana