
Yogyakarta — Lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95, Rahma Nur Annisa berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Program Studi Statistika, Departemen Matematika, FMIPA UGM. Capaian tersebut didukung konsistensi performa akademik serta berbagai prestasi yang diraih pada kompetisi tingkat nasional maupun regional ASEAN.
Selama menempuh pendidikan, Rahma aktif menjalankan berbagai peran akademik dan nonakademik. Ia terlibat sebagai asisten praktikum dan grader, serta berkontribusi dalam organisasi kemahasiswaan. Di Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta), Rahma dipercaya sebagai Koordinator Biro Exotic yang menginisiasi program pengenalan dan penerapan ilmu statistika kepada masyarakat. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan memahami implementasi keilmuan statistika di luar ruang kelas.
Kompetensi akademiknya juga tercermin melalui partisipasi dalam berbagai kompetisi. Ia meraih Juara 1 sekaligus Best Speaker pada Airlangga Statistics Essay Competition, Juara 1 Olimpiade Nasional Statistika ANAVA, serta Juara 3 Statistics Essay Competition SATRIA DATA yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional. Keterlibatan tersebut turut mengasah kemampuan analisis, komunikasi ilmiah, dan pemecahan masalah berbasis data.
Selain berkompetisi, Rahma turut berkontribusi dalam kegiatan penelitian sebagai research assistant dan menyelesaikan skripsi menggunakan pendekatan statistika serta machine learning. Untuk memperkuat kompetensi teknis, ia mengikuti Coding Camp Machine Learning Engineer yang berfokus pada pengembangan proyek data secara menyeluruh. Sejak masa kuliah, ia juga memperoleh pengalaman profesional sebagai tutor, data analyst, dan data scientist intern.

Rahma mengungkapkan bahwa predikat wisudawan terbaik bukanlah target utama sejak awal perkuliahan. Ia memilih berfokus pada penyelesaian setiap tanggung jawab secara optimal dan konsisten.
“Saya selalu berprinsip bahwa jika suatu hal sudah saya pilih untuk dijalani, maka saya harus mengerjakannya dengan serius dan maksimal,” ujarnya.
Menurut Rahma, masa kuliah tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman baru. Kompetisi, organisasi, dan pengalaman profesional dinilainya sebagai bagian penting dalam melengkapi pengetahuan teoritis yang diperoleh di kelas sekaligus membentuk kemampuan manajemen waktu dan ketahanan diri. Dukungan keluarga, dosen, serta lingkungan pertemanan yang suportif turut berperan dalam perjalanan studinya.
Sebagai wisudawan terbaik, Rahma memaknai pencapaiannya sebagai hasil dari proses pembelajaran yang berkelanjutan. Ia berpesan kepada mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menghargai setiap proses yang dijalani.
“Fokuslah pada proses dan lakukan setiap tanggung jawab sebaik mungkin. Tidak semua orang memiliki perjalanan yang sama sehingga tidak perlu membandingkan diri secara berlebihan. Bangun fondasi yang kuat, jaga integritas, dan manfaatkan masa kuliah untuk mencoba berbagai hal yang dapat mengembangkan diri,” tuturnya.
Pencapaian Rahma diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan profesional secara berkelanjutan. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen Departemen Matematika FMIPA UGM dalam mewujudkan peran sebagai national leader dan international expert di bidang matematika, statistika, dan aktuaria.
Kata kunci: Wisudawan Terbaik, Mahasiswa Berprestasi
Penulis: Iin Nauli Rahmawati
Foto: Rahma Nur Annisa
