Tim Last Chance Beneran Meraih Juara Pertama dan Best Presentation pada Kompetisi Infografis Statistika ANAVA #20 Universitas Gadjah Mada



Kompetisi Infografis Statistika (KIS) merupakan salah satu cabang lomba dalam rangkaian Ajang Pengenalan Statistika dan Festival Data (ANAVA) #20 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Statistika FMIPA Universitas Gadjah Mada. ANAVA #20 mengusung tema besar ROLL THE DICE: Research, Observe, and Link Data to Inspire Creative Exploration yang menekankan pentingnya riset, pengamatan, serta pengolahan data secara logis dan kreatif. Secara khusus, KIS tahun ini mengangkat tema SCRABBLE: Show Creativity, Reveal Analysis, Build Logic, and Express Evidence yang merepresentasikan sinergi antara kreativitas visual dan ketelitian analisis dalam menyusun data menjadi pesan yang bermakna.

Pendaftaran kompetisi dibuka pada 6 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026 dengan dua skema biaya, yaitu Early Bird dan Reguler. Periode pengumpulan karya berlangsung pada 7 Desember 2025 hingga 11 Januari 2026 pukul 22.00 WIB. Pada babak penyisihan peserta diwajibkan mengumpulkan tiga komponen utama, yaitu karya infografis berformat .png ukuran A3 (300 ppi), deskripsi karya 150–300 kata dalam format .pdf, serta surat orisinalitas bermaterai. Seluruh karya harus sesuai tema STEM for National Innovation through Data Visualization dengan pilihan subtema seperti Renewable Energy, Digital Economy Transformation, Smart Agriculture, Biotechnology and Healthcare, serta Sustainable Infrastructure.

Tim kami memilih subtema Smart Agriculture yang relevan dengan inovasi berbasis data dan mengembangkan pendekatan machine learning yang mengombinasikan LSTM–XGBoost dengan metode clustering DP-GMM. LSTM dimanfaatkan untuk menangkap pola sekuensial dan dinamika temporal, sedangkan XGBoost meningkatkan performa prediksi melalui mekanisme boosting yang adaptif. DP-GMM digunakan untuk mengidentifikasi segmentasi data tanpa harus menentukan jumlah klaster di awal. Pendekatan ini memungkinkan analisis yang tidak hanya akurat, tetapi juga eksploratif dalam menemukan pola tersembunyi.

Penilaian babak penyisihan didasarkan pada beberapa aspek, antara lain orisinalitas, kesesuaian tema, daya tarik dan visualisasi data, analisis data, kebermanfaatan informasi, serta kualitas deskripsi karya. Dengan mempertimbangkan komponen tersebut, kami menyusun infografis yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga sistematis dan komunikatif dalam penyampaian pesan.

Pada 27 Januari 2026 infografis tim kami dinyatakan lolos sebagai Top 15 karya terbaik. Karya tersebut juga mengikuti periode open like melalui Instagram ANAVA UGM. Selanjutnya, pada 6 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, kami diumumkan sebagai salah satu dari Top 5 finalis yang berhak melaju ke babak final yang dilaksanakan secara luring di Fakultas MIPA UGM.

Sebagai finalis, kami mengikuti technical meeting pada 9 Februari 2026 dan melakukan registrasi ulang sesuai ketentuan panitia. Pada 9–12 Februari 2026 kami mempersiapkan file presentasi yang akan dipaparkan selama 8 menit dengan 12 menit sesi tanya jawab di hadapan dewan juri. Materi presentasi disusun dengan menekankan alur logis mulai dari latar belakang permasalahan, metodologi analisis, hasil, hingga implikasi kebijakan atau rekomendasi berbasis data. Babak final dan awarding berlangsung pada 14 Februari 2026. Dalam sesi presentasi, kami berupaya menyeimbangkan kedalaman analisis dengan kekuatan storytelling berbasis data. Setiap visual dijelaskan secara runtut untuk memastikan juri memahami konteks, proses, dan makna infografis kami. Pada akhir acara tim kami diumumkan sebagai Juara 1 sekaligus meraih penghargaan Best Presentation.

Pengalaman ini membuat kami semakin sadar bahwa belajar statistika tidak berhenti pada angka, model, atau akurasi semata. Tantangan sesungguhnya justru ada pada bagaimana hasil analisis tersebut bisa dipahami, relevan, dan bermakna bagi orang lain. ANAVA #20 menjadi ruang bertumbuh yang mempertemukan proses berpikir kritis, kreativitas visual, dan kerja tim dalam suasana kompetisi yang hangat dan membangun. Dari sini, kami belajar bahwa data bukan hanya untuk dianalisis, tetapi juga untuk diceritakan dengan tanggung jawab.

Penulis: Anggita Dwi Putri & Cintya Kusumawardhani
Foto: Anggita Dwi Putri & Cintya Kusumawardhani