
Menjelang akhir masa perkuliahan, banyak mahasiswa mulai dihadapkan pada berbagai keresahan tentang masa depan. Skripsi yang belum selesai, proses mencari pekerjaan, hingga ketidakpastian setelah lulus sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa tingkat akhir. Namun, dua mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM berhasil membuktikan bahwa peluang karier dapat diraih bahkan sebelum wisuda berlangsung.
Marcel Aditya Pamungkas dari Program Studi Matematika dan Kurniawan Chandra Wijaya dari Program Studi Statistika berhasil menembus Officer Development Program (ODP) Bank Mandiri sebelum resmi diwisuda. Marcel kini bergabung sebagai ODP Internal Audit, sementara Chandra menjadi bagian dari ODP IT Bank Mandiri.
Bagi keduanya, perjalanan menuju ODP bukanlah proses yang instan. Marcel mengawali perjalanannya melalui program My Digital Academy, sebuah bootcamp digital yang diselenggarakan Bank Mandiri. Program tersebut kemudian berlanjut ke tahap magang di kantor pusat Bank Mandiri di Jakarta sebelum akhirnya membawanya menuju jalur ODP.
“Waktu itu ada bootcamp online selama enam minggu, jadi pagi sampai sore fokus kuliah dan skripsi, malam ikut bootcamp,” ujar Marcel.
Setelah menyelesaikan masa magang, Marcel kembali memfokuskan diri untuk menyelesaikan skripsinya. Usaha tersebut membuahkan hasil ketika dirinya resmi memulai perjalanan ODP pada Februari 2026, beberapa bulan sebelum wisuda pada Mei 2026.

Sementara itu, Chandra juga mengikuti jalur yang serupa melalui My Digital Academy. Ia menjalani program magang pada semester enam dan melanjutkan proses seleksi ODP setelah memenuhi ekspektasi selama magang.
Meski memiliki latar belakang akademik yang berbeda, keduanya sepakat bahwa kemampuan berpikir analitis menjadi bekal utama yang membantu mereka beradaptasi di dunia kerja. Marcel menilai bahwa ilmu matematika membentuk pola pikir runtut dan logis yang sangat dibutuhkan dalam dunia audit.
“Audit itu perlu logika untuk merangkai kejadian dari awal sampai akhir dengan benar,” jelasnya.
Di sisi lain, Chandra merasa ilmu statistika sangat membantu dalam analytical thinking, interpretasi data, hingga problem solving. Namun, ia mengakui bahwa tantangan terbesar justru datang dari pemahaman bisnis perbankan yang cukup kompleks.
“Jadi bukan cuma technical skill, tapi juga bagaimana kita memahami business side dan komunikasi,” ungkap Chandra.

Selain akademik, pengalaman organisasi dan kepanitiaan juga menjadi nilai tambah bagi keduanya selama proses interview. Marcel aktif dalam berbagai kepanitiaan selama kuliah, sementara Chandra juga terlibat dalam organisasi dan berbagai kegiatan non-akademik lainnya. Pengalaman tersebut membantu mereka dalam membangun komunikasi, kerja sama tim, hingga kemampuan menghadapi tekanan.
Bagi mahasiswa yang belum memiliki pengalaman kerja penuh waktu, keduanya menyarankan agar tidak minder. Pengalaman organisasi, project kuliah, lomba, sertifikasi, hingga skill teknis tetap dapat menjadi nilai jual dalam CV maupun proses interview.
Cerita Marcel dan Chandra menunjukkan bahwa mahasiswa Departemen Matematika memiliki peluang besar di dunia industri apabila mampu mengembangkan diri dan berani mencoba kesempatan baru. Mereka membuktikan bahwa kemampuan analitis yang dipelajari selama kuliah dapat menjadi bekal yang kuat untuk menghadapi dunia profesional.
“Jangan takut mencoba hal di luar comfort zone,” pesan Chandra. “Kadang kemampuan kita itu melebihi apa yang kita ekspektasiin.”
Sementara Marcel mengingatkan bahwa kemampuan anak Matematika sebenarnya dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan.
“Tetap percaya diri dan sambil kuliah, coba pelajari skill baru,” tutupnya.


Kata kunci: Kemampuan Analitis, Perjalanan Karier, ODP Bank Mandiri
Penulis: Iin Nauli Rahmawati
Foto: Marcel Aditya Pamungkas dan kurniawan Chandra Wijaya
