Departemen Matematika UGM dan FINCAPES Akan Melakukan Kajian Risiko Finansial Banjir di Pontianak Melalui Pendekatan Aktuaria

Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kontribusinya dalam penanganan risiko iklim melalui kolaborasi internasional FINCAPES (Flood Impacts, Carbon Pricing, and Ecosystem Sustainability). FINCAPES merupakan inisiatif responsif gender yang dipimpin University of Waterloo dan didukung pendanaan Pemerintah Kanada melalui Canada’s Indo-Pacific Strategy, dengan fokus memperkuat ketahanan banjir, mendorong solusi berbasis alam, serta memperkuat kebijakan iklim termasuk pembiayaan karbon. ... 

selanjutnya

Departemen Matematika FMIPA UGM dan FINCAPES Gelar Bimbingan Teknis Enumerator Survei Kerugian Banjir di Kota Pontianak


Pontianak, 16 Januari 2026 — Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Universitas Tanjungpura (UNTAN) dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis (BimTek) Enumerator Survei Kerugian Banjir Kota Pontianak, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan FINCAPES Project (Financial Cooperation for Climate and Environmental Sustainability). ... 

selanjutnya

Kisah Kemenangan Kami di ASEC 2025: Mengubah Data Menjadi Solusi Nyata untuk Jabodetabek

Surabaya, 1 November 2025 – Setelah melalui proses kompetisi yang panjang dan menantang, tim kami berhasil meraih Juara I dalam Airlangga Statistics Essay Competition (ASEC) 2025. Kemenangan ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga validasi atas keyakinan kami bahwa ilmu statistika merupakan kunci dalam memecahkan permasalahan urban yang kompleks. ... 

selanjutnya

Asuransi Pertanian: Perlindungan di Tengah Perubahan Iklim dan Kontribusi pada Pencapaian SDGs

Ilustrasi Pertanian di Indonesia (Foto:mediatani.co)

Perubahan iklim global semakin memperburuk kondisi sektor pertanian di banyak negara, termasuk Indonesia. Pola cuaca yang tidak dapat diprediksi—seperti banjir, kekeringan, dan badai—sering kali menyebabkan gagal panen, yang berdampak langsung pada ketahanan pangan. Dalam menghadapi tantangan ini, asuransi pertanian menjadi solusi penting, terutama bagi petani kecil yang paling rentan terhadap risiko tersebut. Inovasi ini berperan besar dalam melindungi petani dari kerugian yang disebabkan oleh faktor-faktor alam, sekaligus mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 2 (Tanpa Kelaparan). ... 

selanjutnya